Ringkasan Berita
- BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir Jawa Timur pada 10-15 Agustus 2026, yang dipicu pasang maksimum akibat kombinasi Fase Bulan Perigee dan Bulan Purnama.
- Wilayah terdampak meliputi Pelabuhan Surabaya, pesisir timur Surabaya (Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo), serta Banyuwangi dengan rentang waktu berbeda-beda.
- Banjir rob diperkirakan mengganggu aktivitas pelabuhan, pemukiman, tambak garam, perikanan darat, serta ritme kehidupan dan ekonomi masyarakat pesisir.
- BMKG mengimbau nelayan dan warga pesisir untuk waspada, menyiapkan langkah antisipasi, dan rutin memperbarui informasi cuaca serta pasang surut dari sumber resmi.
BANGSAONLINE.com - BMKG mengimbau masyarakat di pesisir Jawa Timur untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau banjir rob pada 10-15 Agustus 2026. Fenomena ini dipicu pasang air laut maksimum akibat kombinasi Fase Bulan Perigee pada 10 Agustus dan Bulan Purnama pada 13 Agustus 2026.
BMKG Maritim melalui akun resmi @bmkgmaritim menyebutkan, wilayah terdampak meliputi pesisir Pelabuhan Surabaya (10-13 Agustus), pesisir timur Surabaya termasuk Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo (11-13 Agustus), serta pesisir Banyuwangi (11-15 Agustus).
“Potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat, pemukiman pesisir, tambak garam, dan perikanan darat,” tulis BMKG Maritim dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).
BMKG menegaskan, banjir rob dapat mengganggu ritme kehidupan sehari-hari dan sektor ekonomi warga pesisir. Nelayan, pelaku usaha maritim, serta masyarakat di kawasan pesisir diminta tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak genangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar rutin memperbarui informasi cuaca dan pasang surut melalui laman resmi, atau menghubungi kantor BMKG terdekat. (rom)










