SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Tiga pemuda asal Surabaya diduga dihadang sekelompok pengendara sepeda motor di Jalan Raya Kedungturi, Kecamatan Taman, hingga salah satu korban mengalami luka serius akibat sabetan celurit, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban bernama Ariya, 18, warga Mulyorejo Barat, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah, Sepanjang.
Saat kejadian, Ariya bersama dua rekannya, Achmad Maulana, 18, dan Saka, mengendarai sepeda motor dari Mulyorejo menuju Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat rombongan korban melintas di kawasan Traffic Light (TL) Jalan Raya Medaeng, Kecamatan Waru.
Saat itu, rombongan korban diduga mendahului kelompok pengendara sepeda motor yang berjumlah lebih dari 10 orang.
Kelompok tersebut kemudian diduga mengejar hingga menghadang korban dan kedua rekannya di Jalan Raya Kedungturi, sebelum Pabrik Herocyn.
"Korban dan rekannya dihentikan oleh sekelompok pengendara sepeda motor yang jumlahnya lebih dari 10 orang. Saat ini identitas para pelaku masih dalam penyelidikan," kata Bagus, Senin (24/8).
Berdasarkan keterangan pelapor, Achmad Maulana, saat dihentikan korban diminta melepas jaket hoodie dan meletakkan helm.
Setelah itu, salah seorang anggota kelompok tersebut diduga melakukan penganiayaan menggunakan celurit.
Senjata tajam tersebut diduga mengenai bagian belakang kepala dan pundak korban. Akibatnya, Ariya mengalami sejumlah luka serius, termasuk luka robek pada bagian leher.
Beberapa jari tangan kanan dan kiri korban juga dilaporkan putus akibat kejadian tersebut.
Melihat kondisi Ariya, Achmad bersama rekannya kemudian membawa korban ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RS Siti Khodijah, Sepanjang, untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Taman. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kelompok yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.
"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi, bukti visum, foto luka, serta menelusuri identitas kelompok yang diduga terlibat," tegas Bagus.
Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk dugaan pemicu hingga aksi penghadangan terhadap korban dan kedua rekannya. (cat/van)










