GRESIK,BANGSAONLINE.com - Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar 600 juta Dolar Amerika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik dinilai memperkuat industri kimia nasional sekaligus mendorong pengembangan industri rendah emisi.
Proyek yang dikembangkan Golden Elephant (GEABH) tersebut menjadi salah satu fasilitas melamin terbesar di dunia dan dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, urea, hingga melamin.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyatakan, pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik serta memperkuat daya saing industri.
"Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi," ujar Airlangga dalam sambutannya secara virtual dalam ground breaking pembangunan pabrik melamin di KEK JIIPE, Rabu (8/4/2026).










