Tanya-Jawab Islam: Bagaimana Urutan Sholat Malam, antara Taubat, Tahajud, dan Hajat?

Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan Pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. Semoga Pak Dr. KH. Imam Ghazali selalu sehat walafiat. Amin, YRBA. Ini ada yang saya mau tanyakan, bagaimana urutan kita sholat malam, mana yang didahulukan? Sholat Taubat, Tahajud, atau Hajat? Mohon penjelasannya Pak doktor, atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih.

Jawaban:

Shalat malam tidak memiliki urutan yang wajib secara mutlak antara shalat taubat, tahajud, dan hajat. Ketiganya sama-sama termasuk shalat sunnah, hanya penekanannya saja yang berbeda. Shalat taubat berkaitan dengan permohonan ampun, tahajud berkaitan dengan ibadah malam setelah tidur, sedangkan shalat hajat berkaitan dengan permohonan kebutuhan tertentu kepada Allah SWT.

Namun, bila ingin disusun dengan tertib, urutan yang baik adalah: shalat taubat, kemudian tahajud, lalu shalat hajat, dan ditutup dengan shalat witir.

Alurnya sederhana. Seorang hamba lebih dahulu memohon ampun kepada Allah melalui shalat taubat. Ini sejalan dengan perintah Al-Qur’an agar orang beriman bertaubat dengan sungguh-sungguh, sebagaimana disebut dalam QS. At-Tahrim ayat 8: "Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya".

Setelah itu, dilanjutkan dengan shalat tahajud. Tahajud memang sangat terkait dengan ibadah malam. Dasarnya antara lain QS. Al-Isra’ ayat 79: "Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji".

Sesudah itu, bila ada kebutuhan tertentu, Anda dapat mengerjakan shalat hajat atau memperbanyak doa setelah shalat malam. Secara batiniah, urutan ini terasa wajar: seseorang membersihkan diri terlebih dahulu dengan taubat, mendekat kepada Allah melalui tahajud, lalu menyampaikan hajatnya dengan doa yang sungguh-sungguh.

Adapun shalat witir sebaiknya dikerjakan paling akhir, sebagai penutup shalat malam. Ini berdasarkan sabda Nabi SAW: "Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari dengan witir" (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, urutan yang dianjurkan adalah: taubat – tahajud – hajat – witir. Tetapi ini bukan aturan kaku. Jika waktu sempit, seseorang boleh mengerjakan yang mampu ia lakukan. Yang paling penting adalah kekhusyukan, kejujuran taubat, dan kesungguhan dalam berdoa kepada Allah.

Wallahu a’lam.


Tanya-Jawab Islam: Bagaimana Urutan Sholat Malam, antara Taubat, Tahajud, dan Hajat?