KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha atau yang akrab disapa Gus Qowim, menghadiri Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII: MultaqÄ RuāasÄā Al-MaāÄhid yang digelar MUI Pusat di Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kamis (11/6/2026).
Forum strategis ini mengangkat tema Memperkokoh Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak dan Penjaga Akhlak Mulia.
Gus Qowim menilai, forum tersebut penting karena membahas berbagai perspektif, mulai dari regulasi pesantren ramah anak, penguatan budaya pengasuhan, perlindungan santri dari kekerasan seksual, ketahanan keluarga, hingga kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber.
āTema-tema tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di lingkungan pesantren bukan semata persoalan aturan, melainkan bagian dari ikhtiar besar menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan manusia,ā ujarnya.
Ia berharap, forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan komitmen bersama, langkah nyata, serta praktik baik yang dapat diterapkan di pesantren.
āKita ingin pesantren tetap menjadi tempat yang membuat orang tua merasa tenang menitipkan putra-putrinya. Menjadi ruang yang aman untuk belajar, nyaman untuk bertumbuh, dan kondusif untuk membangun karakter,ā katanya.
Disampaikan pula bahwa Pemkot Kediri berkomitmen mewujudkan ruang belajar ramah anak di seluruh satuan pendidikan.
āKetika anak-anak merasa aman, mereka akan lebih mudah berkembang. Ketika mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual, maka kualitas sumber daya manusia yang kita cita-citakan akan lebih mudah terwujud,ā paparnya.
Ia menegaskan, pesantren merupakan mitra strategis dalam membangun generasi masa depan yang berakhlakul karimah, cerdas, tangguh, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Gus Qowim berharap, dialog ini menghasilkan rekomendasi dan gagasan yang bermanfaat bagi penguatan sistem perlindungan anak di pesantren. (uji/mar)










