PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan mengikuti pelatihan Layanan Dukungan Psikologis (LDP) Awal sebagai upaya meningkatkan kapasitas para relawannya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Lorong eduCation bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya di Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (20/6/2026).
Ketua FRPB Pamekasan, Budi Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya mandiri untuk menambah wawasan relawan dalam memberikan dukungan psikososial awal yang aman kepada penyintas di lokasi pengungsian.
"Dengan demikian relawan tidak hanya sibuk membantu evakuasi dan urusan logistik, tapi juga sebagai agen pemulihan psikologis yang mampu membangun resiliensi pada penyintas, untuk bangkit kembali menata masa depannya pasca bencana dengan penuh optimis," paparnya.
Sementara itu, Edi Basuki yang mewakili Jamaah Lorong eduCation dalam sambutannya mengatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi pemantik agar komunitas relawan berani menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas secara mandiri dan lintas pihak.
"Pelatihan LDP ini sebagai upaya memperkaya wawasan dan pertemanan untuk mendukung kerja-kerja di lokasi bencana. LDP dilakukan untuk memberikan dukungan emosional sosial dan pemulihan fungsi kehidupan sehari-hari bagi penyintas agar dapat bangkit kembali setelah mengalami bencana," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pemenuhan kebutuhan spesifik sesuai karakteristik sasaran, menjamin perlindungan rasa aman, serta menjaga keberfungsian sosial, termasuk pemenuhan kebutuhan kelompok rentan.
Hal itu penting mengingat bencana tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga kondisi psikologis dan kehidupan sosial para penyintas.
"Untuk itulah pelatihan semacam ini sangat diperlukan agar relawan dapat berperan membantu mendampingi penyintas untuk kemudian melaporkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti," tambahnya.
Chandra Kirana, peserta dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pamekasan, menilai materi tersebut sangat penting untuk diterapkan dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) agar dapat mendukung pendampingan terhadap penyintas, khususnya kelompok rentan.
“Terimakasih kepada panitia yang berinisiatif mengadakan pelatihan untuk relawan penanggulangan bencana. Semoga kegiatan kolaborasi ini ada kelanjutannya dengan materi kebencanaan lainnya," pungkasnya. (dim/van)










