BANGSAONLINE.com - Pertamina membuka peluang penurunan harga BBM secara bertahap mulai awal Juli 2026. Kebijakan ini seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyampaikan Dewan Komisaris telah memberikan masukan kepada Direksi terkait penyesuaian harga.
“Untuk itu, kami telah memberikan masukan kepada Direksi dan terus mendorong serta memproyeksikan di awal bulan depan ini. Diharapkan sudah mulai ada penyesuaian atau penurunan harga secara bertahap,” ujarnya.
Menurut dia, arahan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar Pertamina mengutamakan kepentingan rakyat. Ia menegaskan penyesuaian harga BBM tidak bisa langsung mengikuti fluktuasi harga minyak dunia karena Pertamina menggunakan formula harga rata-rata minyak mentah satu bulan sebelumnya.
“Minyak yang kita proses dan distribusikan saat ini sebenarnya adalah hasil pembelian dengan harga rata-rata bulan lalu, posisinya saat itu memang masih relatif tinggi, di atas USD80 per barel,” katanya.
Iriawan menambahkan, mekanisme evaluasi berkala bertujuan melindungi masyarakat dari gejolak harga energi global. Selain itu, Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah dengan memantau situasi melalui pusat krisis yang beroperasi 24 jam. (rom)










