
MADIUN,BANGSAONLINE.com - Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kelembagaan,M. Afif Zamroni atau Gus Afif, meninjau budidaya melon hidroponik yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Afif menilai budidaya melon hidroponik menjadi contoh nyata keberhasilan pemanfaatan Dana Desa untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui sektor wisata desa.
“Melon ini sudah banyak memberikan sumbangsih untuk desa, terutama bagaimana masyarakat datang untuk berwisata, ya, utamanya wisata petik melon. Ini kami berharap nanti bisa dikembangkan dan juga bisa menambah pemasukan untuk pemerintah desa,” kata Gus Afif saat berada di lokasi.
Direktur BUMDes Maju Makmur, Bobi Rudani, menjelaskan budidaya melon hidroponik merupakan satu dari enam unit usaha yang dikelola BUMDes.
Lahan yang dimanfaatkan seluas 500 meter persegi, terdiri atas dua plot masing-masing seluas 250 meter persegi.
Melon jenis Intanon yang dibudidayakan dapat dipanen setelah sekitar 65 hari dengan bobot rata-rata 2 kilogram per buah. Setiap tanaman hanya dipertahankan menghasilkan satu buah untuk menjaga kualitas.
“Kebetulan kalau panen yang berhasil, kami mengadakan petik wisata. Selain untuk penjualan, ini juga untuk edukasi masyarakat tentang tanaman hidroponik yang masih jarang dilakukan di sini,” ujar Bobi.
Menurut Bobi, hasil panen dipasarkan ke sejumlah supermarket melalui mitra di Kabupaten Ngawi serta berbagai komunitas. Budidaya melon hidroponik dimulai pada akhir Januari 2026 dan kini telah memasuki masa panen kedua.
Gus Afif menegaskan BUMDes perlu terus berinovasi dengan menggali potensi dan keunggulan yang dimiliki setiap desa agar mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“BUMDes harus mencari ide-ide baru, harus memiliki kreativitas, harus bisa mencari keunggulan dan karakteristik dari masing-masing desa. Dan saya yakin setiap desa itu unik, setiap desa itu memiliki ciri khas masing-masing. Nah, ciri khas itu harus kemudian kita tonjolkan dan kemudian kita kembangkan sebagai nilai ekonomi untuk kemajuan desa,” tegasnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kelembagaan BUMDes agar pemanfaatan Dana Desa semakin optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. (hen/van)









