Berdayakan Keterampilan Warga Binaan, Lapas Ngawi Buka Jasa Cuci Kendaraan  'Lawi Steam'

NGAWI, BANGSAONLINE.com — Pemandangan berbeda terlihat di area gerbang samping Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi. Pintu gerbang yang biasanya hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu, kini tampak terbuka lebar setiap harinya bagi masyarakat umum.

Bukan untuk keperluan kunjungan tahanan, melainkan karena pihak Lapas Ngawi resmi membuka unit usaha jasa pencucian kendaraan roda dua dan roda empat bernama 'Lawi Steam'.

Menariknya, seluruh proses pencucian kendaraan ini dikerjakan langsung oleh para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di bawah pengawasan ketat petugas lapas.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Ngawi, Devi Puji Astuti, menjelaskan bahwa para WBP yang dikaryakan dalam program ini harus melewati seleksi yang sangat rigid. Hanya mereka yang telah memasuki tahapan pembinaan, menjalani minimal setengah masa pidana, serta lolos sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP) yang diizinkan bekerja.

"Pengelolaan usaha ini berada di bawah bimbingan program latihan kerja (Latker) Lapas Ngawi. Harapannya kegiatan ini dapat terus berlangsung secara berkesinambungan sebagai bentuk pembinaan kemandirian bagi WBP, sehingga mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Devi.

Bagi masyarakat maupun pegawai yang ingin mencoba layanan cuci kendaraan ini, Lawi Steam beroperasi setiap hari Senin hingga Sabtu dengan rincian jadwal sebagai berikut:

  • Senin – Kamis: Pukul 09.00 – 14.00 WIB
  • Jumat: Pukul 09.00 – 11.00 WIB
  • Sabtu: Pukul 09.00 – 11.30 WIB

Guna menarik minat pasar, Lapas Ngawi juga menerapkan strategi pemasaran yang kreatif dengan menjalin kerja sama kemitraan bersama salah satu toko penyedia ban di Kota Ngawi.

Melalui kolaborasi ini, setiap pelanggan yang melakukan transaksi penggantian ban di toko mitra tersebut secara otomatis akan mendapatkan voucher cuci kendaraan gratis yang bisa ditukarkan di Lawi Steam Lapas Ngawi.

Program pembinaan kemandirian yang terintegrasi ini diharapkan tidak sekadar memberikan pengalaman kerja dan pemasukan bagi warga binaan, namun juga berfungsi sebagai jembatan reintegrasi sosial yang positif saat mereka bebas nanti.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: