TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Pertamina Patra Niaga Fungsi Early Work Grass Root Refinery (GRR) Tuban bersama tim PRPP dan BMKG menggelar edukasi lingkungan bertajuk Persada untuk pelajar di MI Manbail Huda Kaliuntu dan SDN Sumurgeneng 01, Jumat (6/11/2026).
Dalam kegiatan ini, sebanyak 142 siswa diajarkan tentang dampak perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga praktik langsung membuat pupuk kompos dari sampah organik lewat konsep 3R.
Tim Stasiun Meteorologi BMKG Tuban menyampaikan dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan. Dalam penjabarannya, sejak tahun 1970, suhu global meningkat sekitar 0,2 derajat Celsius per dekade.
World Meteorological Organization (WMO) mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas dalam sejarah pengamatan cuaca modern, dengan rata-rata suhu global 1,55 derajat celsius di atas rata-rata era pra-industri.
Aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil, kegiatan industri, dan deforestasi, menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Kondisi tersebut memicu cuaca ekstrem, kenaikan suhu udara, kenaikan muka air laut, krisis air, hingga kerusakan ekologi. Jika tidak ditangani serius, kondisi ini berpotensi menimbulkan krisis iklim di masa mendatang.
Di tengah acara, Pertamina juga menyerahkan alat pembuat kompos dan 42 bibit tanaman buah dan peneduh untuk ditanam di kedua sekolah.
Pengawas Madrasah Kemenag Tuban, Hanim Mughfirah, mengapresiasi kegiatan ini karena selaras dengan kurikulum madrasah, Panca Cinta, terutama cinta lingkungan dan cinta ilmu.
“Kegiatan hari ini sangat selaras dengan kurikulum pendidikan madrasah, yaitu mewujudkan nilai-nilai Panca Cinta, salah satunya cinta lingkungan. Kegiatan ini juga erat dengan cinta ilmu, karena wawasan kita semua bertambah,” ujar Hanim dalam sambutannya.
Program Persada merupakan langkah perusahaan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Melalui program ini, perusahaan berupaya menanamkan pengetahuan dan kepedulian lingkungan sejak dini kepada generasi muda.
Pjs. Senior Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo, menegaskan komitmen seluruh elemen Proyek GRR Tuban dalam pelestarian lingkungan serta mendorong keterlibatan aktif anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Pendidikan merupakan investasi terbaik untuk menjaga lingkungan, dan hal itu perlu ditanamkan sejak usia dini. Melalui program ini, kami mengajak generasi muda di sekitar area proyek untuk melakukan upaya nyata dalam mengantisipasi perubahan iklim,” ujar Febri pada kesempatan terpisah.
Selain di MI Manbail Huda, program serupa juga dilaksanakan di SDN Sumurgeneng 01 sehari sebelumnya. Kepala SDN Sumurgeneng 01, Umar Faroch, mengapresiasi metode Persada yang tidak hanya menyampaikan materi di kelas, tetapi juga mengajak siswa turun langsung ke lapangan untuk mempraktikkannya.
Total 142 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para siswa juga belajar membuat pupuk kompos sebagai upaya mengurangi timbulan sampah melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), dengan mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.
Pada kesempatan yang sama, perusahaan juga menyerahkan bantuan alat pembuat kompos serta 42 bibit tanaman buah dan tanaman peneduh untuk ditanam di kedua sekolah.
Program Persada tahun 2026 merupakan pelaksanaan tahun ketiga. Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan di 12 sekolah dengan melibatkan 1.114 siswa. Hal itu selaras dengan strategi keberlanjutan PT PPN dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen proyek EW GRR Tuban dan PRPP dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya tujuan ke 13 yang menyebut penanganan perubahan iklim dan tujuan ke 15 tentang perlindungan ekosistem daratan, melalui peningkatan kesadaran lingkungan dan keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. (coi/msn)










