KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Setelah berjualan di tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) selama kurang lebih dua tahun, kini para pedagang di Pasar Ngadiluwih akhirnya bernapas lega, karena proses revitalisasi pasar yang sempat terbakar pada 2022 lalu kini telah memasuki tahap akhir dan siap beroperasi.
Saat ini, para pedagang mengikuti proses pengundian lapak untuk menempati bangunan pasar yang baru. Kondisi fisik pasar yang kini dinilai lebih bersih, modern, dan representatif, menumbuhkan optimisme di kalangan pedagang terkait peningkatan omzet penjualan yang sempat merosot selama menempati TPPS.
Salah satu pedagang pakaian, Siti Muzayanah, menyambut positif selesainya pembangunan pasar ini. Ia berharap perubahan wajah pasar dapat menarik lebih banyak pembeli.
"Saya lebih senang di sana (Pasar Ngadiluwih baru), saya berharap pasarnya lebih ramai dan laris," ujar Siti, Jumat (6/11/2026).
Optimisme serupa disampaikan Rizal, pedagang daging ayam. Ia menilai penataan Pasar Ngadiluwih yang baru dapat menggerakkan roda ekonomi para pedagang, mengacu pada keberhasilan revitalisasi Pasar Wates yang dijadikan percontohan di Kabupaten Kediri.
Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kediri, khususnya Bupati Hanindhito Himawan Pramana, atas perhatian yang diberikan terhadap keberlangsungan tempat usaha para pedagang.
"Kita lihat ke depannya semoga perpindahan di pasar yang baru ekonominya berjalan lebih baik lagi," tuturnya.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Kediri, bangunan baru Pasar Ngadiluwih memiliki kapasitas 705 tempat berjualan yang terbagi dalam bentuk kios, lapak, dan foodcourt.
Sementara itu, total pedagang yang terdaftar resmi mencapai 714 orang, di mana 76 pedagang di antaranya saat ini masuk dalam daftar tunggu.
Kepala Disdagrin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa proses zonasi pedagang telah diselesaikan pada akhir Oktober lalu. Saat ini, pihaknya berfokus pada pengundian nomor lapak sesuai zonasi masing-masing.
"Setelah pengundian, dijadwalkan pada minggu kedua hingga keempat November, pedagang akan melakukan pembuatan sekaligus pemasangan lapak jualan," kata Tutik.
Ditegaskan Tutik, proses pengundian lapak ini dilakukan untuk menjamin keadilan dan keteraturan penempatan pedagang, sesuai dengan arahan Mas AABupati Kediri agar seluruh pedagang yang terdaftar mendapatkan porsi tempat berjualan secara merata tanpa timbul perselisihan. (uji/msn)










