KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor pada musim hujan mendatang, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS, memperkuat kesiapsiagaan lintas instansi melalui pemetaan wilayah rawan bencana di lima kecamatan.
Langkah ini ia sampaikan dalam Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang melibatkan 357 personel gabungan dari Polri, Pemkot Malang, Kodim 0833, BPBD, relawan, dan elemen masyarakat di Lapangan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (6/11/2026).
Danang menegaskan, pemetaan kerawanan menjadi kunci agar potensi bencana dapat terdeteksi lebih awal dan penanganan di lapangan berlangsung cepat serta tepat sasaran.
“BPBD sudah membuat peta kerawanan di masing-masing kelurahan. Data tersebut akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi wilayah, sehingga potensi bencana bisa diketahui dan diantisipasi lebih awal,” ujarnya.
Menurutnya, pemetaan harus mempertimbangkan perubahan lingkungan, pertumbuhan kawasan permukiman, kondisi drainase, hingga proyek pembangunan infrastruktur. Sejumlah kawasan di Lowokwaru dan Kedungkandang, khususnya yang berada di sekitar aliran sungai, menjadi perhatian dalam antisipasi peningkatan debit air.
Koordinasi juga diperkuat hingga tingkat kelurahan dan kecamatan dengan melibatkan lurah, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kapolsek, dan Danramil. Seluruh unsur diminta aktif memantau serta bertukar informasi mengenai perkembangan potensi bencana.
Apabila terjadi kondisi darurat, posko terpadu akan didirikan langsung di lokasi kejadian untuk mempercepat penanganan lintas instansi.
Danang juga mengingatkan ancaman musim hujan tidak hanya berupa banjir dan longsor, tetapi berpotensi meningkatkan penyakit seperti DBD dan diare.
“Seluruh unsur harus saling berkoordinasi dan memantau perkembangan situasi di wilayah Kota Malang,” tegasnya.
Melalui pemutakhiran peta kerawanan dan penguatan koordinasi lintas sektor, Polresta Malang Kota mendorong langkah mitigasi dilakukan sejak dini. (dad/msn)










