Kekeringan Panjang, Ponpes Lirboyo dan Forkopimda Kota Kediri Gelar Salat Istisqa Bersama

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Sebanyak 20.000 santri putra Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, menggelar salat Istisqa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri untuk memohon turunnya hujan, Jumat (6/11/2026) siang.

Salat sunah untuk memohon hujan tersebut digelar di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo. Ibadah dipimpin langsung oleh pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Sejumlah pejabat turut mengikuti ibadah tersebut, di antaranya Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha (Gus Qowim), Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, serta jajaran pejabat Forkopimda lainnya.

Rangkaian ibadah diawali dengan pelaksanaan salat sunah dua rakaat secara berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan khutbah.

Dalam khutbahnya, KH Abdullah Kafabihi Mahrus mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istigfar, bertobat, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Anjuran memperbanyak istigfar tersebut merujuk pada tuntunan Al-Qur'an, Surah Nuh ayat 10–12.

Ayat tersebut mengajarkan umat manusia untuk memohon ampunan agar Allah SWT menurunkan hujan yang lebat serta melimpahkan keberkahan rezeki dan kesuburan bagi bumi.

Suasana doa bersama berlangsung khusyuk dan khidmat hingga seluruh rangkaian khutbah dan doa penutup selesai.

Pihak pesantren berharap ikhtiar spiritual tersebut dapat mengakhiri masa kekeringan sekaligus membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, HM Abdul Mu’id Shohib (Gus Mu'id), mengatakan pelaksanaan salat Istisqa dilatarbelakangi kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kediri dan sekitarnya.

Menurutnya, minimnya curah hujan telah mengakibatkan krisis air bersih. Kondisi tersebut membuat masyarakat maupun lingkungan pesantren terpaksa memperdalam sumur-sumur pompa untuk mendapatkan sumber air.

"Hujan belum kunjung turun secara merata, dampaknya sumur pompa warga maupun pondok banyak yang menyusut drastis hingga harus digali lebih dalam. Melalui salat Istisqa ini, kami bersama-sama memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah," ujar Gus Mu’id. (uji/van)