Bupati Mojokerto Luncurkan Program CERIA, Siapkan Sembilan Inovasi Pendidikan

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto meluncurkan sembilan inovasi program untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter peserta didik. Peluncuran tersebut digelar di Pendopo Graha Maja Tama, Jumat (6/11/2026).

Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah Program CERIA, yang diresmikan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan berkualitas merupakan investasi penting bagi masa depan Bumi Majapahit.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

"Investasi yang mahal bagi kami, adalah investasi pendidikan, memang tidak bisa dirasakan sekarang, karena anak-anak yang kita didik sekarang ini sedang berproses, (tentang) bagaimana kemudian mereka mengembangkan diri, bagaimana kemudian meraih mimpinya, meraih cita-citanya," ujar Bupati

Ia menjelaskan, CERIA merupakan akronim dari Cerdas, Empati, Religius, Inovatif, dan Aktif.

Melalui lima nilai tersebut, disertai bimbingan para guru, ia berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan memiliki karakter kuat.

"Tidak cukup hanya pintar, tapi anak-anak kita harus memiliki karakter yang kuat, dan karakter yang kuat ini harus dimulai di bangku-bangku sekolah, dimulai sejak dini. Dan guru harus menjadi teladan, suri teladan, menjadi contoh bagi anak didiknya," imbaunya.

Selain Program CERIA, peluncuran tersebut juga mencakup delapan inovasi lainnya yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Secara keseluruhan, terdapat sembilan program yang disiapkan untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan pendidikan di wilayah tersebut.

Kesembilan program itu meliputi Panen Ceria, yakni program edukatif yang mengajak siswa belajar bercocok tanam, membudidayakan ikan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Selanjutnya, terdapat Lentera Majapahit dan Modul Kokurikuler Majapahit. Kedua program tersebut berfokus pada pembelajaran sejarah dan kejayaan Kerajaan Majapahit sebagai bagian dari identitas daerah.

Program berikutnya adalah Eco-mind, SIGAP (Sistem Informasi Gerakan Absensi Pintar), serta PKK Peduli Pendidikan Zero ATS (Anak Tidak Sekolah). Tiga inovasi lainnya meliputi Gemahafiz, Inovasi Guru, dan program 5 Menit untuk Indonesia. Melalui program terakhir, para siswa diajak meluangkan waktu sejenak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari, dalam laporannya menjelaskan bahwa sejumlah program yang diluncurkan sebenarnya telah mulai dijalankan sejak beberapa waktu lalu.

"Sembilan inovasi yang diluncurkan hari ini tidak seluruhnya dimulai dari titik yang sama. Sebagian inovasi telah mulai dilaksanakan dalam skala terbatas, sementara sebagian lainnya sedang memasuki tahap awal pengembangan," ucap Amsar.

Ia menyatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto akan terus mengupayakan keberlanjutan dan optimalisasi Program CERIA beserta seluruh inovasi pendukungnya di sekolah-sekolah se-Kabupaten Mojokerto.

"Setelah peluncuran ini, kami akan melaksanakan pengembangan secara bertahap melalui sekolah-sekolah percontohan disertai pendampingan, evaluasi, dan penyempurnaan," pungkasnya. (ris/van)