BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 4.200 peserta mengikuti Soekarno Run yang digelar di Kota Blitar, Minggu (8/11/2026).
Ajang lari ini menghadirkan pengalaman berbeda karena peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga diajak menyusuri jejak sejarah melalui rute yang melintasi kawasan Makam Bung Karno dan Istana Gebang.
Sebelum lomba berlangsung, rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama di kompleks Makam Bung Karno, Jumat (6/11/2026) malam. Kegiatan tersebut diikuti tiga DPC PDI Perjuangan, yakni DPC Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Tulungagung.
Doa bersama itu juga dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, sejumlah tokoh partai, serta takmir Masjid Agung Kota Blitar.
Usai memanjatkan doa di pusara Proklamator RI tersebut, Djarot mengatakan, doa bersama digelar untuk memohon kelancaran dan keselamatan selama penyelenggaraan Soekarno Run.
Terlebih, ajang tersebut membawa nama besar Bung Karno dan melibatkan ribuan peserta.
"Kita berdoa supaya kegiatan Soekarno Run bisa berjalan lancar, aman, dan tidak ada kendala, mengingat pesertanya cukup besar. Karena menyandang nama Soekarno, panitia bersama tokoh-tokoh juga memanjatkan doa di makam Bung Karno," ujarnya.
Menurut Djarot, penyelenggaraan Soekarno Run juga menjadi momentum untuk menyambut Hari Pahlawan pada 10 November. Dia berharap semangat perjuangan, pengorbanan, kerja keras, dan pantang menyerah yang diwariskan para pahlawan dapat tercermin dalam kegiatan tersebut.
"Ini juga dalam rangka Hari Pahlawan 10 November. Kita harapkan semangat berkorban, bekerja keras, dan pantang menyerah bisa ditunjukkan, khususnya oleh peserta Soekarno Run," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Soekarno Run, Rera Alvi Syahrina, menyebutkan bahwa ajang tahun ini diikuti 4.200 peserta. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Soekarno Run. Selain itu, sebanyak 135 atlet turut ambil bagian.
Peserta tidak hanya berasal dari Kota Blitar dan daerah sekitarnya. Sejumlah pendaftar bahkan datang dari luar Pulau Jawa.
Menurut Rera, keunikan utama Soekarno Run Blitar terletak pada rute yang melewati dua lokasi bersejarah, yakni Makam Bung Karno dan Istana Gebang. Konsep tersebut dihadirkan agar peserta tidak hanya menikmati olahraga lari, tetapi juga mengenal sejarah dan destinasi wisata di Kota Blitar.
"Yang membedakan Soekarno Run Blitar ini adalah rutenya melewati Makam Bung Karno dan Istana Gebang. Jadi, peserta bisa datang ke Kota Blitar, bukan hanya mengikuti event lari, tetapi juga berwisata sejarah," jelasnya.
Dia menegaskan, penyelenggaraan ajang berskala besar tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pada sektor pariwisata dan perhotelan.
Bahkan, berdasarkan pemantauan panitia, tingkat keterisian hotel di Kota Blitar dilaporkan penuh hingga hari pelaksanaan Soekarno Run.
"Tujuan kami menggelar event besar di Kota Blitar salah satunya untuk memajukan perekonomian kota. Kami juga mengecek sejumlah hotel sudah penuh sampai hari H penyelenggaraan Soekarno Run," ungkapnya.
Sejumlah tokoh nasional turut dijadwalkan hadir untuk memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya Ganjar Pranowo dan Hasto Kristiyanto. Penyanyi Once Mekel juga dijadwalkan ikut meramaikan rangkaian acara. (ina/van)










