JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, turun langsung menjadi relawan aksi pengasapan (fogging) di kawasan Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Aksi pencegahan demam berdarah dengue (DBD) tersebut digelar bersama kolaborasi lintas elemen, mulai dari IPNU, IPPNU Kabupaten Jombang, hingga Dinas Kesehatan setempat. Selain sebagai langkah preventif kesehatan, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kesiapan Jombang menyambut pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Tidak sebatas meninjau, senator asal Jawa Timur ini turut memikul dan mengoperasikan langsung mesin fogging. Pengalaman memegang alat berat di lapangan memberinya gambaran nyata mengenai beratnya tugas para petugas pengasapan.
“Selama ini kita hanya melihat petugas melakukan fogging. Kita tidak berpikir apa yang mereka rasakan ketika membawa alat dengan berat sekitar 14 kilogram, dengan suara yang sangat keras dan asap di mana-mana,” ujar Ning Lia.
Ia menilai, pekerjaan tersebut membutuhkan keberanian, stamina fisik yang prima, serta dedikasi dan keikhlasan yang tinggi.
“Setelah saya ikut langsung, ternyata luar biasa sekali. Mereka bekerja dengan penuh keberanian dan istilahnya lillahi ta’ala. Jadi, profesi petugas fogging ini bukan pekerjaan yang mudah,” katanya.
Atas kerja keras tersebut, Ning Lia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personil fogging dan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
“Terima kasih kepada para petugas fogging dan Dinas Kesehatan Jombang. Kita melihat langsung bagaimana perjuangan mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa aksi fogging ini menjadi langkah krusial dalam menekan risiko penularan DBD, mengingat potensi kasus yang masih mengintai di beberapa wilayah.
“Kita tidak mau ada kejadian DBD. Karena itu, ini merupakan upaya preventif. Kita ingin memastikan lingkungan di Jombang, terutama kawasan yang nantinya menjadi bagian dari penyambutan peserta Muktamar NU, dalam kondisi aman dan sehat,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, pengasapan telah diselesaikan di dua titik dari total target lima lokasi sasaran, yang berfokus pada area pondok pesantren penerima tamu dan peserta Muktamar NU ke-35.
Ning Lia menegaskan bahwa kesiapan sebagai tuan rumah perhelatan besar NU tidak hanya diukur dari agenda acara, melainkan juga dari faktor kebersihan, keamanan, kesehatan, dan kenyamanan para tamu yang hadir.
“Jawa Timur harus menunjukkan kesiapan menjadi tuan rumah yang baik. Salah satunya dengan memastikan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi para peserta,” katanya.
Di sela kegiatan kesehatan tersebut, Ning Lia juga menyempatkan diri melihat pameran karya seni dari para pelukis lokal Jombang yang rencananya akan dilelang (open bidding).
Menurutnya, deretan karya seni tersebut bukan sekadar pajangan estetis, melainkan media visual yang merekam rekam jejak perjuangan para ulama dan tokoh bangsa dalam sejarah Indonesia.
Rangkaian agenda ini menjadi simbol gotong royong masyarakat Jombang dalam menyambut Muktamar NU ke-35 sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan.










