Tingginya angka kontribusi Indonesia dalam memproduksi sampah plastik PET merupakan hal yang berbahaya, sebab membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengurai sampah plastik secara alami.
Sedangkan dalam jangka panjang, produksi sampah PET dapat memberikan kerugian dalam aspek lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.
Yuniar mengatakan, salah satu solusi dari permasalahan ini adalah dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular. Yakni menekankan pemanfaatan kembali sumber daya untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan nilai di setiap rantai prosesnya. Konsep ini dibahas dalam disertasinya yang berjudul Pemodelan Reverse Logistics Sampah PET Menuju Ekonomi Sirkular.
Dalam disetasinya, Yuniar berpendapat bahwa konsep ekonomi sirkular harus ditinjau secara multidisiplin dengan menerapkan berbagai tools. Ia kemudian merancang model reverse logistics PET penyokong ekonomi sirkular yang mampu mengetahui skenario atau strategi terbaik dalam mendaur ulang plastik PET.









