Hal tersebut dikatakannya masih sangat relevan untuk terus digaungkan agar Indonesia terus damai.
"Semasa hidupnya, Gus Dur selalu mengajarkan kita tentang pentingnya menanamkan nilai toleransi dan pluralisme. Maka dengan ziarah kali ini, diharapkan bisa saling menguatkan diri kita masing-masing bahwa kita hidup di bangsa yang majemuk namun tetap saling rukun satu sama lain. Mari jadikan teladan untuk memperkuat toleransi demi persatuan bangsa dan negara," tegas Gubernur Khofifah.
"Siapapun tahu betapa gigihnya perjuangan Gus Dur dalam menghargai perbedaan. Tapi sesungguhnya Gus Dur lebih senang disebut bapak kemanusiaan, bukan bapak pluralisme, menurut Gus Dur dalam humanisme ada pluralismeā terangnya.
Menurut Khofifah, tanda-tanda Gus Dur lebih suka dikenal sebagai tokoh kemanusiaan dibanding tokoh pluralisme, setidaknya bisa dibaca dari pesan yang Gus Dur sampaikan sebelum wafat.
āKita bisa lihat di Makam Gus Dur pada batu nisan ditulis dengan Here rest a Humanist ā," ungkapnya.
Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara dimana tahun ini mengangkat semangat 'Polri Presisi: Mendekatkan Diri, Melindungi, dan Mengayomi Masyarakat dengan Hati Nurani'.
Tema ini menjadi sebuah harapan besar agar Polri mampu menjawab keinginan masyarakat sehingga Polri terus Presisi.
Tak lupa, Gubernur Khofifah mengapresiasi kinerja Polri yang terus memberi pelayanan masyarakat secara humanis.
Hal itu dibuktikan pada saat melayani masyarakat pada saat kelancaran arus mudik lebaran pada Hari Raya Tahun ini.
"Kita bersyukur Mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar, simulasi penanganan kelancaran di area tol tidak terjadi kemacetan yang panjang. Ini semua salah satu keberhasilan Polri," tegasnya.
"Semoga seluruh rangkaian peringatan Hari Bhayangkara berjalan dengan lancar. Dan Polri terus Presisi mampu Mendekatkan Diri, Melindungi, dan Mengayomi Masyarakat dengan Hati Nurani'," tutupnya. (dev/van)










