Sebanyak 1.000 penari dari berbagai sanggar seni dan sekolah di Malang Raya memeriahkan acara pembukaan dengan menghadirkan kekayaan budaya Nusantara.
Tarian khas dari berbagai daerah ditampilkan secara berurutan dan memukau, mulai dari Tari Gandrung Banyuwangi, Reog Ponorogo, Pencak Silat, Bantengan, Jaranan, hingga tarian ikonik dari Malang yaitu, Tari Beskalan.
Tak hanya itu, pertunjukan drone, efek audio visual dan pesta kembang api semakin memukau penonton dan menyempurnakan malam pembukaan Porprov yang penuh semangat ini.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan sinergi berbagai elemen yang mampu menghadirkan kemegahan budaya Jawa Timur dalam ajang olahraga ini.

āIni merupakan bukti bahwa olahraga dan budaya dapat berjalan beriringan, menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sejalan dengan misi Empat Sukses Porprov,ā ujar Khofifah.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, yang mewakili kepala daerah Malang Raya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Malang Raya sebagai tuan rumah.
āAjang ini bukan hanya tentang pembinaan prestasi olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat sinergi antarwilayah dan memperkuat identitas Malang Raya sebagai kawasan unggulan di Jawa Timur dan mendukung visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,ā kata Wali Kota.
Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa dengan kolaborasi lintas daerah ini, diharapkan Malang Raya mampu menampilkan wajah terbaiknya dan menjadi tuan rumah yang hangat, ramah, dan profesional.
Harapan besar terukir agar Porprov IX Jatim ini menjadi titik temu semangat kebersamaan serta membawa dampak positif bagi pembangunan wilayah dan masyarakat.
āKami pun berharap Kota Malang dapat meraih Empat Sukses, yakni sukses dalam penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga sukses dalam administrasi," pungkasnya. (dad/van)










