Pelabuhan Tanjung Perak melayani 21 dari 39 rute tol laut, ditopang oleh dua Kawasan Ekonomi Khusus, 13 kawasan industri termasuk satu Kawasan Industri Halal, tujuh bandara, 37 pelabuhan, dan 12 ruas jalan tol. Hampir 80 persen logistik 19 provinsi Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur.
Di bidang ekonomi, Jawa Timur mencatat PDRB Rp3.168,3 triliun pada 2024 dengan kontribusi terbesar kedua di Pulau Jawa.
Lebih dari 60 persen pertumbuhan disumbang oleh koperasi dan UMKM, meski APBD provinsi hanya setara 1,13 persen dari PDRB.
“Itu artinya perdagangan kita, jejaring kita mempunyai peluang yang luar biasa, yang sangat penting juga adalah sinergitas seluruh stakeholder khususnya forkopimda dalam menjaga keamanan dan kedamaian. Sehingga investor akan merasa nyaman dan damai ketika berinvestasi, inilah yang kita terus kolaborasikan di Jawa Timur,” tegas Khofifah.










