Sulistyo Budi Terpilih Aklamasi Pimpin IKA Unair Kediri Periode 2025-2030

Ia menyebut langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada konsolidasi internal, terutama melalui pembenahan administrasi dan pendataan ulang alumni secara lebih sistematis. 

Menurutnya, jumlah alumni Unair di wilayah Kediri diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang dan memiliki potensi besar untuk berkontribusi.

“Langkah pertama adalah konsolidasi dan pendataan ulang yang lebih rapi. Pendataan ini penting agar kita mengetahui secara pasti potensi dan kekuatan yang dimiliki,” ujarnya.

Sulistyo menambahkan bahwa penguatan sinergi internal menjadi prioritas sebelum menjalankan program eksternal.

Ia menilai kolaborasi antaralumni menjadi kunci dalam mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ke depan, IKA Unair Kediri juga akan menaruh perhatian pada sejumlah isu strategis di daerah, seperti pengelolaan sampah dan ketersediaan sumber air.

Ia menyatakan organisasi akan berupaya melakukan mitigasi terhadap persoalan tersebut, termasuk memantau wilayah yang pernah terdampak kekeringan.

Dengan mengusung slogan “Mapan dan Berbudaya”, kepengurusan baru menargetkan peran aktif sebagai pemberi solusi melalui kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta.

Sementara itu, Ketua IKA Unair Kediri periode sebelumnya, drh. Nonot Soehartono, menyampaikan harapannya agar organisasi dapat semakin berkembang di bawah kepemimpinan baru. Ia menilai pada periode sebelumnya, fokus utama adalah memperkenalkan keberadaan IKA Unair kepada masyarakat Kediri.

Nonot juga menyoroti potensi besar alumni Unair yang telah berkiprah di berbagai sektor strategis di Kediri, termasuk di bidang kesehatan dan pemerintahan. 

Ia berharap potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui program-program yang lebih terarah.

Selain itu, ia menyarankan agar pengurus baru rutin menggelar forum diskusi seperti Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan para alumni, guna memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan. (uji/van)