BANGSAONLINE.com - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Program tersebut meliputi pemberian diskon akhir tahun serta penyaluran bantuan sosial dengan nilai sekitar Rp30 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan langkah tersebut diharapkan mampu menjaga konsumsi domestik sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat pada akhir tahun.
"Kemudian daya beli dalam negeri dengan ada program Nataru, ada spesial diskon di sana," ujarnya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada Senin (2/11/2026).
Selain program diskon, pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan pada periode akhir tahun.
"Juga ada program-program bantuan sosial yang senilai dengan angka sekitar Rp30 triliun," kata Airlangga.
Ia menjelaskan, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan membantu mengendalikan tekanan inflasi.
Airlangga menyatakan, inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan (year on year). Sementara inflasi bulanan berada pada level 0,22 persen dan inflasi tahun kalender mencapai 2,4 persen.
Ia menyebut tekanan inflasi masih didominasi kelompok harga pangan bergejolak (volatile food) yang tercatat mengalami inflasi sebesar 5,81 persen. Sementara inflasi inti berada pada level 2,56 persen dan kelompok harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen.
"Namun inflasi masih tetap dalam 2,5 plus minus 1%. Jadi pemerintah tidak khawatir karena yang naik juga terkait dengan penghasilan dari petani," ucapnya.
Airlangga menilai, kenaikan inflasi dipengaruhi oleh sejumlah komoditas pangan seperti makanan dan minuman, daging kambing, serta ikan segar. Selain itu, kenaikan tarif transportasi, termasuk angkutan udara, turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan inflasi.
Untuk mengurangi dampak kenaikan tersebut terhadap masyarakat, pemerintah menyiapkan berbagai program diskon selama periode Nataru.
"Namun kita punya program untuk discount menjelang Nataru. Jadi kenaikan itu nanti kita akan kompensasi dengan discount," kata Airlangga.
Pemerintah berharap kombinasi program bantuan sosial, bantuan pangan, dan diskon akhir tahun dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional hingga penghujung 2026. Selain itu, pemerintah akan tetap mendorong kinerja sektor ekspor dan impor guna menjaga pertumbuhan ekonomi. (rom)










