TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meminta program ketahanan pangan daerah disusun dengan memperhatikan kelestarian ekosistem agar mampu mendukung ketahanan iklim.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (PGBPSDL), Selasa (22/9/2026).
Dalam rapat koordinasi bersama Koalisi Pangan Lestari dan para pemangku kepentingan terkait, Bupati Arifin mendorong perubahan paradigma dalam membangun ketahanan pangan daerah. Menurutnya, upaya memenuhi kebutuhan pangan tidak boleh mengabaikan keberlangsungan ekosistem lingkungan.
Ia menginginkan pembangunan ketahanan pangan dilakukan tanpa merusak lingkungan. Sebab, dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem maupun bencana alam, terkadang berbagai cara ditempuh untuk memenuhi target produksi pangan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.
‘Sudah tahu Trenggalek itu merupakan Kawasan Karst, kantong atau spons raksasa penyimpan cadangan air, daerah daerah yang seharusnya menjadi resapan air dibuka untuk ditanami jagung. Memang ketahanan pangannya terpenuhi tapi untuk memenuhi kebutuhan air kita harus beli karena airnya habis daerah yang seharusnya menjadi resapan air, kering tidak mampu menjadi kantung kantung air,” kata Bupati Arifin.
Ia juga menyoroti ancaman bencana di kawasan pesisir Trenggalek. Menurutnya, pengembangan tambak udang secara masif yang disertai pembukaan hutan mangrove berpotensi mengurangi fungsi perlindungan alami pantai.
“Kita tahu bawasannya kita memiliki ancaman Mega Trust, tapi di tepi pantai kita justru membuat tambak udang seluas luasnya dan membabat habis hutan Mangrove. Padahal Mangrove ini berfungsi sebagai pagar hijau yang melindungi pantai kita dari ancaman bencana ini dan juga abrasi pantai. Memang sumber proteinnya terpenuhi, keberlangsungan alamnya yang rusak,” tambahnya.
Bupati Arifin menegaskan, peningkatan produksi pangan tetap dapat dilakukan, tetapi tidak boleh mengancam keberlangsungan lingkungan untuk generasi mendatang.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan protein dapat dikembangkan melalui penanaman mangrove di dalam kolam yang juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan, udang, maupun kepiting. Sementara itu, kebutuhan karbohidrat dapat dipenuhi dengan memilih jenis tanaman pangan yang mampu tumbuh di bawah tegakan pohon.
Bupati Arifin mengajak seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan rencana aksi daerah pangan untuk menyamakan pemahaman dan komitmen dalam menjaga keseimbangan alam.
Dengan demikian, ketahanan pangan yang dibangun diharapkan berjalan seiring dengan upaya memperkuat ketahanan iklim. (adv/man)










