MICHIGAN, BANGSAONLINE.com-Amerika Serikat (AS) kembali melahirkan tokoh muda muslim berbakat. Abdul El Sayed. Nama lengkapnya Abdulrahman Mohamed El-Sayed. Politisi Partai Demokrat itu masih muda. Berusia 42 tahun.
Hebatnya dalam usia muda ia telah memenangkan pemilihan Senat AS tahun 2026 di Michigan. Ia menang dengan memperoleh 52,4975% suara berdasarkan data hasil hitung sementara (preliminary results), seperti dilaporkan oleh The Associated Press (AP) per 5 November 2026.
Dengan demikian, Abdul El Sayed bakal menjadi senator muslim pertama di AS.
Kemenangan Abdul El Sayid ini menjadi pukulan telak bagi Presiden AS Donald Trump dan tokoh-tokoh Kristen aliran keras di AS. Selama masa kampanye Trump dan jaringannya selalu melakukan kampanye hitam untuk menjegal Abdul Sayed. Tak main-main. Trump dan tokoh Kristen aliran keras selalu memakai isu agama.
Trump menuduh Abdul El-Sayed memiliki rekam jejak mendukung kelompok jihad. Menurut Trump, El Sayed harus melewati pemeriksaan detektor logam (metal detector) sebelum diizinkan masuk ke Gedung Senat AS. Menurut Trump, dia pasti bawa bom.
El-Sayed di depan para pendukungnya langsung membalas serangan Trump. Balasan El Sayed sangat telak dan menohok. Ia mengaku menerima syarat pemeriksaan metal detector tiap hari, namun dengan satu syarat balik: Donald Trump harus mau menjalani tes kebohongan (lie detector/poligraf).
El-Sayed menyatakan bahwa ia tidak punya rahasia negatif yang disembunyikan. Sebalilknya, jika Trump mau dites kebohongan, maka ada dua pertanyaan dari El Sayed. Yaitu terkait kasus Epstein dan apakah Trump benar-benar memenangkan pemilihan presiden 2020.
Para pendukung El Sayed langsung bersorak gembira. Trump memang diberitakan terlibat dalam skandal Epstein. Banyak foto Trump dengan perempuan tak senonoh dipublish oleh Epstein.
Begitu juga kasus Trump dalam pilpres 2020. Ia disebut melakukan kecurangan sehingga menang pilpres.
Warga AS yang rasional memang tak termakan provokasi Trump. Apalagi track record Trump sebagai presdien sangat buruk di mata mayoritas rakyat AS.
Mengutip Wikipidea, El Sayed lahir di Rochester Hills, sebuah daerah pinggiran kota Detroit pada 31 Oktober 1984. Ayahnya, Mohamed, dibesarkan di Aleksandria, Mesir dan berimigrasi ke Amerika Serikat untuk mengejar gelar PhD di Universitas Negeri Wayne.
El Sayed dikenal sebagai seorang demokrat progresif. Ia mendukung kapitalisme yang teregulasi, kebijakan Medicare for All, pemberlakuan embargo senjata terhadap Israel, serta pembubaran ICE. Ia pernah mencalonkan diri sebagai gubernur pada 2018 dan menempati posisi kedua setelah Gretchen Whitmer dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.










