Kritik Sentimen Anti Islam Terkait Abdul El Sayed, Clinton Kutip Ayat Quran Surat Al Hujurat

FLORIDA, BANGSAONLINE.com-Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton menjadi perhatian publik internasional terkait munculnya Abdul El Sayed, politisi muslim dari Partai Demokrat. Sikap politik Clinton yang obyektif, terutama dalam menyikapi fenomena Abdul El Sayed, menimbulkan simpati publik, terutama rakyat AS.  

 Seperti ramai diberitakan, Bill Clinton mengeritik meningkatnya sentimen anti Islam dan diskriminasi agama yang digelorakan Presiden AS Donald Trump dan kelompok Kristen aliran keras.  

"Saya lelah melihat umat Islam direndahkan hanya karena mereka Muslim," ujar Clinton yang menjabat Presiden AS selama dua periode (20 Januari 1993 hingga 20 Januari 2001).

Pernyataan Clinton itu disampaikan dalam acara lintas agama bertajuk Many Faiths, One Florida atau Multiple Faiths, One Florida di Koinonia Worship Center, Florida, AS, Selasa, 20 Oktober 2026.

Clinton yang pernah menerima kunjungan Presiden Gus Dur itu menekankan pentingnya toleransi dan sikap saling menghormati antarumat beragama. Clinton kemudian mengutip Surat Al Hujurat ayat 13 yang menekankan pentingnya kesetaraan manusia dan saling mengenal dalam keberagaman, dan itulah ukuran kemuliaan yang sebenarnya di sisi Allah SWT.

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti," ujar Clinton mengutip arti dari Surat Al Hujurat ayat 13.

Clinton mengaku tahu Surah Al-Hujurat ayat 13 itu kali pertama dari putrinya, Chelsea Clinton. Menurut dia, putrinya telah lama mempelajari Islam. Ia membaca Al-Qur'an secara utuh saat berusia 15 tahun. Chelsea bahkan mendorong dirinya untuk mempelajari kitab suci tersebut.

Pernyataan Clinton itu disampaikan di tengah polemik komentar Presiden Donald Trump terhadap Abdul El-Sayed, kandidat Muslim dari Partai Demokrat untuk Senat AS di Michigan. Trump berusaha menjegal El Sayed agar tidak lolos sebagai kandidat senator. Tapi El Sayed yang merupakan politisi muslim dari Partai Demokrat itu meraup 52,4975% suara berdasarkan data hasil hitung sementara (preliminary results), seperti dilaporkan oleh The Associated Press (AP) per 5 November 2026.

Clinton menegaskan bahwa perbedaan agama tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan kelompok tertentu.