Terungkap! Diduga Gelapkan Uang Pinjol Jadi Motif Penusukan Satpam di Graha DST Surabaya

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Unit Jatanras Polrestabes Surabaya mengungkap kasus pembunuhan satpam Graha Darmo Satelit Town (DST) I, DM (44) yang ditemukan tewas dengan lima luka tusukan di pos penjagaan.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Pesapen Balokan. Polisi mengamankan pelaku yang diduga masih satu profesi dengan korban sebagai satpam.

Hilangnya telepon genggam korban, sementara uang dan sepeda motor tetap utuh, diduga menjadi petunjuk awal adanya persoalan pribadi yang berkaitan dengan isi ponsel korban.

Keterangan tersebut disampaikan rekan korban sesama satpam di Perumahan DST, Eldi Eka Sampurno (48), warga Jambangan,  saat ditemui wartawan BANGSAONLINE pada Senin (11/5/2026) malam.

"Jadi saya awalnya sebagai tertuduh oleh keluarganya korban yang meninggal. Pada Senin (11/5/2026) sore pukul 16.00 WIB, saya didatangi oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, saya sempat ditanya oleh polisi," ujarnya kepada BANGSAONLINE.

Eldi mengatakan, dirinya dimintai keterangan terkait kedekatannya dengan korban. Menurut dia, hubungan pertemanan keduanya sudah terjalin sejak 2017 saat bekerja di kawasan peti kemas Tanjung Perak.

"Korban merupakan teman lama dan kerap saya bantu dalam urusan pekerjaan. Dari keakraban saya dengan DM membuat kerabat korban ada yang tidak suka, sehingga setelah peristiwa pembunuhan itu salah satu kerabat korban bercerita kepada wartawan bahwa terduga pelakunya adalah saya," ungkap Eldi.

Namun, hasil penyelidikan Unit Jatanras Polrestabes Surabaya mengarah kepada seorang satpam bernama Oktio Ogra (38) yang tinggal di rumah kos kawasan Sememi.

"Jadi Polrestabes Surabaya sempat menunjukkan foto seseorang di handphone. Dan saya lihat foto itu adalah security teman korban bernama Oktio Ogra. Dan saya juga tunjukkan tinggal kos di Sememi, Oktio Ogra ditangkap sekitar menjelang magrib," beber Eldi.

Eldi juga mengungkap dugaan motif pembunuhan tersebut. Menurut dia, pelaku pernah meminjam akun milik korban untuk mengajukan pinjaman online.

"Oktio meminjam akun milik korban guna mengajukan pinjaman online, pelaku Oktio berjanji akan mengembalikan uang pinjaman online. Namun ternyata pinjaman online tidak dilunasi sehingga korban sebagai pemilik akun ditagih oleh debt collector," jelas Eldi.

Masalah penagihan pinjaman online itu disebut memicu pertengkaran di rumah tangga korban. Istri korban diduga menuduh suaminya menggunakan uang pinjaman untuk perempuan lain.

Korban kemudian meminta Oktio segera melunasi utang tersebut. Diduga karena tersinggung dan emosi, pelaku nekat melakukan penusukan.

"Sepengetahuan saya pada saat itu pelaku Oktio Ogra pulang jam 22.00 WIB, sedangkan korban datang kerja shift malam pukul 22.00 WIB. Nah dari situlah pelaku menusuk korban saat barusan sampai pos penjagaan," pungkas Eldi Eka Sampurno.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan tersebut. Pelaku ditangkap di kawasan Sememi, Surabaya, kurang dari enam jam setelah kejadian.

"Sekarang sudah ditangkap dan dalam proses penyidikan, dan pelaku benar seprofesi sebagai satpam," ujar AKBP Edy Herwiyanto didampingi Kanit Jatanras Iptu Evan Caesar Ibrahim, Senin (11/5/2026) malam.

Edy menambahkan, pelaku menghabisi korban dengan menusuk bagian leher dan dada menggunakan senjata tajam.

"Saat ini dari pengakuan tersangka bahwa dia pelaku tunggal. Setelah dicek CCTV yang ada dan kemudian keterangan saksi di TKP memang saat itu kondisi sepi tidak ada orang selain korban dan pelaku," bebernya. (rus/van)


Terungkap! Diduga Gelapkan Uang Pinjol Jadi Motif Penusukan Satpam di Graha DST Surabaya