Ia menilai Muktamar ke-35 tidak dapat dipisahkan dari konteks kebangsaan yang lebih luas.
Di tengah dinamika geopolitik global dan berbagai tantangan terhadap kohesi sosial nasional, NU sebagai organisasi dengan jumlah warga yang besar dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan bangsa.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
"NU adalah bagian dari pendiri republik ini. Maka setiap keputusan besar NU harus selalu ditanyakan: apa artinya bagi keutuhan bangsa?," katanya.
Gus Lilur mengibaratkan semangat yang harus dibawa ke Muktamar ke-35 dengan peristiwa Piagam Jakarta pada 18 Agustus 1945.
Halaman:
TAGS:NU










