GRESIK, BANGSAONLINE.com - Aroma tak sedap yang cukup menyengat mengganggu kenyamanan warga serta pengguna jalan di area Gresik Kota Baru (GKB), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Bau busuk tersebut ditengarai berasal dari luapan limbah Resto Mie Gacoan yang berlokasi di Jalan Sumatera, Gunung Malang.
Sejumlah warga dan pekerja harian di sekitar lokasi mengaku sangat terganggu dengan kondisi lingkungan tersebut. Aroma paling tajam biasanya tercium pada jam-jam tertentu, khususnya menjelang subuh dan pada malam hari.
Santoso (43), salah seorang warga GKB, menuturkan bahwa siapa pun yang melintas di depan gerai kuliner tersebut hampir dipastikan mencium aroma busuk yang memicu mual. Ia pun mendesak dinas terkait untuk segera melakukan tindakan nyata.
"Baunya itu sangat menyengat dan muncul disaat waktu tertentu, seperti saat pagi hari antara jelang subuh maupun setelah subuh serta saat malam hari. Siapapun yang lewat depan Mie Gacoan, terutama disaat waktu-waktu itu, pasti merasakan bau yang tidak sedap dan bikin mual," ungkap Santoso, Jumat (6/11/2026).
"Siapa pun yang melintas di situ, saya bisa pastikan mencium bau tak sedap itu. Harusnya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik turun tangan. Masak nunggu di demo masyarakat dulu, baru bertindak," sambungnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh Hendra (32), seorang pengemudi ojek online yang sering menunggu orderan di sekitar taman depan resto. Ia menyebut bau kurang sedap itu sangat mengganggu aktivitasnya saat mangkal.
"Baunya itu sangat tidak enak, apalagi kalau kita berada di dekat halaman yang ada di depan Resto Mie Gacoan. Nggak cuma saya saja yang merasakan, teman seprofesi saya juga merasakan hal yang sama saat menunggu ambil pesanan," ungkap Hendra.
Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Randuagung, Hambali, membenarkan bahwa banyak aduan lisan yang diterimanya secara personal dari masyarakat setempat. Ia mengaku telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada manajemen resto, namun belum mendapat penanganan yang serius.
"Warga yang secara bersama-sama melapor ke saya, terkait bau busuk yang ditimbulkan Resto Mie Gacoan itu memang belum ada. Tapi yang bilang langsung secara personal saat saya sedang ngopi sering mas," tutur Hambali.
"Sudah sering saya sampaikan ke pihak pengelolanya, tapi nggak ada tanggapan sama sekali. Bahkan, selama Mie Gacoan berdiri tidak ada kontribusinya ke desa," lanjutnya.
Hambali juga menyayangkan sikap kepedulian sosial pengelola resto terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya ketika panitia desa mengajukan proposal kegiatan HUT Kemerdekaan RI, atensi yang diberikan dinilai sangat tidak sebanding dengan skala bisnis restoran tersebut.
"Masak perusahaan dengan omzet besar, kasih sumbangan untuk kegiatan agustusan hanya Rp200 ribu. Warga kampung saja secara personal sumbangannya besarannya lebih dari itu, ya akhirnya panitia saya suruh mengembalikan saja," tegas Hambali.
Di sisi lain, Manajemen Operasional Resto Mie Gacoan GKB, Muhammad Berjanji, tidak menampik timbulnya aroma tak sedap di area usahanya. Ia mengakui hal tersebut merupakan dampak dari pengolahan limbah operasional tempatnya bekerja.
Ia menjelaskan bahwa resto sebenarnya sudah dilengkapi fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kendati demikian, daya tampung yang terbatas membuat cairan limbah kerap meluber ke area sekitar.
"Kalau yang tumpah di halaman itu, karena IPAL tidak tertampung akibat kapasitas yang melebihi tempatnya. Tapi kita sudah upayakan setiap seminggu, dua kali untuk sedot IPAL," jelas Muhammad.
Ia menambahkan, aroma menyengat diduga turut dipicu oleh proses pembersihan IPAL yang dilakukan oleh pihak vendor penyedia jasa. Sementara terkait bau yang bersumber dari saluran drainase utama, ia menilai perlu adanya penelusuran lebih lanjut karena terdapat tempat usaha lain di kawasan tersebut.
"Kalau untuk bau tak sedap yang muncul dari selokan depan resto, harus ditelusuri lebih lanjut. Sebab, disebelah kami juga terdapat tempat usaha lain," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, fasilitas IPAL Resto Mie Gacoan terlihat berada di area yang cukup terbuka. Genangan akibat tumpahan cairan limbah pun tampak jelas membasahi area terbuka yang bersebelahan langsung dengan tempat parkir kendaraan. (hud)










